Operasional

Leads

Panduan operasional halaman Leads: membaca daftar, memakai filter, membuka detail, update status, isi nominal Closing, chat history, assignment sales, dan menjaga kualitas data.

01

Fungsi halaman Leads

Halaman Leads adalah pusat kerja harian tim sales/CS. Di sini tim membaca lead WhatsApp yang masuk, melihat asal campaign, mengecek stage follow up, membuka detail, mencatat nominal closing, dan memastikan data siap dipakai untuk report serta conversion feedback.

Bukan dashboard keduaLeads fokus untuk operasional daftar lead. Ringkasan performa besar tetap dibaca di Dashboard dan Campaign Report, sedangkan Leads dipakai untuk action per kontak.
03

Status pipeline lead

StatusArti praktisKapan dipakai
Visit LPLanding page terbuka dan tracking script fired.Dipakai untuk membaca traffic awal dari campaign.
Click CTAVisitor klik tombol/link WhatsApp yang tercatat lewat rotator.Belum tentu customer benar-benar mengirim pesan.
Masuk WACustomer mengirim pesan WhatsApp yang membawa kode tracking seperti [D-...].Menjadi lead WhatsApp valid ketika berhasil dipasangkan ke session/rotator.
MQLLead cukup berkualitas untuk follow up lebih serius.Bisa dari rule jumlah bubble customer atau update manual.
ProspekLead menunjukkan minat kuat atau respons sesuai kalimat trigger.Cocok untuk negosiasi, konsultasi, booking, atau diskusi kebutuhan.
BookingAda komitmen awal seperti jadwal, DP, atau reservasi.Gunakan jika proses bisnis memang punya tahap booking.
ClosingTransaksi berhasil terjadi.Nominal wajib tersimpan agar revenue dan Purchase/value valid.
Baca sesuai funnelTidak semua bisnis memakai semua status. Minimal yang paling penting: Masuk WA, MQL/Prospek jika ada kualifikasi, dan Closing dengan nominal.
04

Membuka detail lead

Klik lead untuk membuka detail lengkap. Detail memuat konteks yang tidak perlu dimuat di list awal, seperti atribusi lengkap, perangkat, campaign detail, click ID, timeline, value, dan informasi teknis lain yang tersedia.

  • Gunakan detail untuk memastikan sumber campaign sebelum menilai performa iklan.
  • Cek kode lead dan session jika ingin mencocokkan dengan chat WhatsApp.
  • Periksa UTM, fbclid, gclid, wbraid, gbraid, atau ttclid jika campaign terlihat salah.
  • Jika detail belum muncul, tunggu loading drawer selesai atau klik refresh halaman jika koneksi terputus.
05

Update status manual

  1. Buka halaman Leads.
  2. Cari lead dengan search, filter status, campaign, sales, atau rentang tanggal.
  3. Pilih status baru dari dropdown status di baris lead.
  4. Untuk status selain Closing, perubahan status langsung disimpan.
  5. Untuk status Closing, isi nominal terlebih dulu di modal yang muncul.
  6. Setelah tersimpan, cek apakah status, value, dan report berubah sesuai kebutuhan.
Gunakan status secara konsistenStatus lead menjadi dasar report dan dapat memicu event platform ads. Pastikan tim memakai definisi status yang sama agar data tidak bias.
06

Manual Closing dan nominal

Saat user memilih Closing secara manual, Dalekta meminta nominal transaksi sebelum status disimpan. Ini mencegah event Purchase terkirim tanpa value dan menjaga revenue report tetap masuk akal.

  1. Pilih status Closing pada lead.
  2. Isi nominal transaksi lebih dari 0 di modal Isi nominal closing.
  3. Klik Simpan closing.
  4. Dalekta menyimpan status Closing, closingValue, dan closingDate.
  5. Jika mapping dan integrasi platform ads aktif, event Purchase/conversion dapat disiapkan atau dikirim dengan value tersebut.
Value harus nyataGunakan nominal transaksi yang benar-benar terjadi. Jika nominal masih estimasi, lebih aman tunggu konfirmasi sebelum mengubah ke Closing.
07

Rules otomatis vs update manual

KebutuhanRules otomatisManual di Leads
Masuk WACocok, karena dipicu pesan customer yang membawa kode [D-...].Biasanya hanya untuk koreksi data.
MQLCocok jika kriteria jumlah bubble customer stabil.Cocok jika kualitas lead harus dinilai sales.
ProspekCocok jika ada kalimat trigger yang konsisten.Cocok untuk penilaian manual setelah membaca chat.
ClosingCocok jika format kalimat dan nominal di chat stabil.Direkomendasikan jika nominal perlu dikonfirmasi sales.
08

Chat History per lead

Tombol Chat History membuka riwayat percakapan WhatsApp yang terkait dengan lead. Tampilan dibuat seperti chat agar tim mudah membaca konteks sebelum follow up atau mengubah status.

  • Pesan customer/inbound tampil di sisi kiri.
  • Pesan sales/CS/outbound tampil di sisi kanan jika tercatat oleh session.
  • Pesan dikelompokkan berdasarkan tanggal dan waktu.
  • Refresh chat history jika tim baru saja membalas dari WhatsApp.
  • Riwayat sebelum fitur pencatatan aktif bisa kosong atau tidak lengkap.
09

Media placeholder

Agar dashboard tetap ringan, Dalekta tidak merender file media WhatsApp asli di chat history. Media ditampilkan sebagai token teks sesuai jenis pesan.

Jenis pesanYang tampil
Gambar[Image]
Video[Video]
Dokumen/file[Dokumen]
Audio/voice note[Audio]
Sticker[Sticker]
10

Rekomendasi menjaga kualitas lead

  • Gunakan rotator Dalekta untuk semua tombol WhatsApp campaign utama.
  • Pertahankan kode tracking [D-...] pada template pesan awal.
  • Biasakan sales update status setelah follow up penting.
  • Isi nominal hanya saat transaksi benar-benar closing.
  • Gunakan filter sales untuk audit beban kerja dan response tiap CS.
  • Gunakan Campaign Report untuk keputusan scale budget, bukan hanya jumlah chat di Leads.
Dalekta | Leads | Dokumentasi Dalekta