Leads
Panduan operasional halaman Leads: membaca daftar, memakai filter, membuka detail, update status, isi nominal Closing, chat history, assignment sales, dan menjaga kualitas data.
Fungsi halaman Leads
Halaman Leads adalah pusat kerja harian tim sales/CS. Di sini tim membaca lead WhatsApp yang masuk, melihat asal campaign, mengecek stage follow up, membuka detail, mencatat nominal closing, dan memastikan data siap dipakai untuk report serta conversion feedback.
Daftar, filter, dan search
Daftar lead ditampilkan bertahap dengan pagination agar tetap ringan. Filter dan search berlaku ke data sesuai rentang tanggal, bukan hanya baris yang sedang tampil di halaman aktif.
| Kontrol | Fungsi | Catatan |
|---|---|---|
| Rentang tanggal | Membatasi lead berdasarkan periode operasional. | Default halaman adalah 7 hari terakhir agar load awal tidak berat. |
| Chip status | Melihat Semua, Masuk WA, MQL, Prospek, atau Closing. | Angka chip membantu membaca total status dalam filter aktif. |
| Search | Mencari nama, nomor, kode lead, campaign, atau session jika tersedia. | Gunakan kata kunci pendek dan jelas untuk hasil paling cepat. |
| Filter campaign | Membatasi lead dari campaign tertentu. | Campaign bisa berasal dari UTM, campaign_id, atau data iklan yang terbaca. |
| Filter sales | Membatasi lead berdasarkan nomor/session sales. | Berguna untuk audit follow up per CS. |
| Hide Visit LP / Click CTA | Menyembunyikan data tahap awal yang belum menjadi lead WhatsApp. | Pakai saat tim hanya ingin fokus ke lead yang perlu follow up. |
Status pipeline lead
| Status | Arti praktis | Kapan dipakai |
|---|---|---|
| Visit LP | Landing page terbuka dan tracking script fired. | Dipakai untuk membaca traffic awal dari campaign. |
| Click CTA | Visitor klik tombol/link WhatsApp yang tercatat lewat rotator. | Belum tentu customer benar-benar mengirim pesan. |
| Masuk WA | Customer mengirim pesan WhatsApp yang membawa kode tracking seperti [D-...]. | Menjadi lead WhatsApp valid ketika berhasil dipasangkan ke session/rotator. |
| MQL | Lead cukup berkualitas untuk follow up lebih serius. | Bisa dari rule jumlah bubble customer atau update manual. |
| Prospek | Lead menunjukkan minat kuat atau respons sesuai kalimat trigger. | Cocok untuk negosiasi, konsultasi, booking, atau diskusi kebutuhan. |
| Booking | Ada komitmen awal seperti jadwal, DP, atau reservasi. | Gunakan jika proses bisnis memang punya tahap booking. |
| Closing | Transaksi berhasil terjadi. | Nominal wajib tersimpan agar revenue dan Purchase/value valid. |
Membuka detail lead
Klik lead untuk membuka detail lengkap. Detail memuat konteks yang tidak perlu dimuat di list awal, seperti atribusi lengkap, perangkat, campaign detail, click ID, timeline, value, dan informasi teknis lain yang tersedia.
- Gunakan detail untuk memastikan sumber campaign sebelum menilai performa iklan.
- Cek kode lead dan session jika ingin mencocokkan dengan chat WhatsApp.
- Periksa UTM, fbclid, gclid, wbraid, gbraid, atau ttclid jika campaign terlihat salah.
- Jika detail belum muncul, tunggu loading drawer selesai atau klik refresh halaman jika koneksi terputus.
Update status manual
- Buka halaman Leads.
- Cari lead dengan search, filter status, campaign, sales, atau rentang tanggal.
- Pilih status baru dari dropdown status di baris lead.
- Untuk status selain Closing, perubahan status langsung disimpan.
- Untuk status Closing, isi nominal terlebih dulu di modal yang muncul.
- Setelah tersimpan, cek apakah status, value, dan report berubah sesuai kebutuhan.
Manual Closing dan nominal
Saat user memilih Closing secara manual, Dalekta meminta nominal transaksi sebelum status disimpan. Ini mencegah event Purchase terkirim tanpa value dan menjaga revenue report tetap masuk akal.
- Pilih status Closing pada lead.
- Isi nominal transaksi lebih dari 0 di modal Isi nominal closing.
- Klik Simpan closing.
- Dalekta menyimpan status Closing, closingValue, dan closingDate.
- Jika mapping dan integrasi platform ads aktif, event Purchase/conversion dapat disiapkan atau dikirim dengan value tersebut.
Rules otomatis vs update manual
| Kebutuhan | Rules otomatis | Manual di Leads |
|---|---|---|
| Masuk WA | Cocok, karena dipicu pesan customer yang membawa kode [D-...]. | Biasanya hanya untuk koreksi data. |
| MQL | Cocok jika kriteria jumlah bubble customer stabil. | Cocok jika kualitas lead harus dinilai sales. |
| Prospek | Cocok jika ada kalimat trigger yang konsisten. | Cocok untuk penilaian manual setelah membaca chat. |
| Closing | Cocok jika format kalimat dan nominal di chat stabil. | Direkomendasikan jika nominal perlu dikonfirmasi sales. |
Chat History per lead
Tombol Chat History membuka riwayat percakapan WhatsApp yang terkait dengan lead. Tampilan dibuat seperti chat agar tim mudah membaca konteks sebelum follow up atau mengubah status.
- Pesan customer/inbound tampil di sisi kiri.
- Pesan sales/CS/outbound tampil di sisi kanan jika tercatat oleh session.
- Pesan dikelompokkan berdasarkan tanggal dan waktu.
- Refresh chat history jika tim baru saja membalas dari WhatsApp.
- Riwayat sebelum fitur pencatatan aktif bisa kosong atau tidak lengkap.
Media placeholder
Agar dashboard tetap ringan, Dalekta tidak merender file media WhatsApp asli di chat history. Media ditampilkan sebagai token teks sesuai jenis pesan.
| Jenis pesan | Yang tampil |
|---|---|
| Gambar | [Image] |
| Video | [Video] |
| Dokumen/file | [Dokumen] |
| Audio/voice note | [Audio] |
| Sticker | [Sticker] |
Rekomendasi menjaga kualitas lead
- Gunakan rotator Dalekta untuk semua tombol WhatsApp campaign utama.
- Pertahankan kode tracking [D-...] pada template pesan awal.
- Biasakan sales update status setelah follow up penting.
- Isi nominal hanya saat transaksi benar-benar closing.
- Gunakan filter sales untuk audit beban kerja dan response tiap CS.
- Gunakan Campaign Report untuk keputusan scale budget, bukan hanya jumlah chat di Leads.